Kondisi rumah yang kosong dan lingkungan yang sepi membuka peluang terjadinya pencurian, sehingga saat berada di kampung halaman tidak merasa tenang dan ingin segera kembali ke rumah.
Hidup dengan kekhawatiran seperti ini sangat tidak menyenangkan. Tubuh kita di tempat liburan tetapi pikiran dan jiwa kita di rumah yang kita tinggalkan. Tentu tidak bisa menikmati liburan atau menikmati pertemuan dengan orang tua dan saudara dengan nyaman.
Salah satu solusinya, adalah membayar orang yang kita percayai dan kebetulan tidak pulang kampung untuk menjaga rumah kita. Dengan demikian, kita dapat liburan atau berlebaran dengan tenang dan dapat menikmati semua aktivitas yang kita lakukan.
Tentu saja sepulang kita ke rumah dan rumah ternyata dalam kondisi aman, kita tidak meminta kembali uang yang sudah kita berikan kepada penjaga rumah tersebut karena sesungguhnya kita sudah membeli rasa tenang yang telah kita nikmati selama liburan.
Seperti halnya penjaga rumah yang telah memberikan rasa aman, asuransi juga mampu memberikan rasa aman terutama jika anda sering melakukan perjalanan dari rumah ke kantor yang rawan kecelakaan atau kondisi pekerjaan anda yang menimbulkan stress sehingga memicu terkena stroke. Rasa aman dalam melakukan setiap aktivitas sangat diperlukan agar anda bisa mencapai prestasi maksimal.
Kita sering merasa sayang/berat membayar asuransi karena kalau meninggal yang menikmati uang pertanggungan adalah istri dan anak kita. Pertanyaannya adalah apakah kita begitu egois dan rela meninggalkan istri dan anak kita dalam kondisi melarat? Kemana janji membahagiakan anak dan istri saat mengajak calon istri anda menikah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar