Kamis, 22 Januari 2009

Latihan Kesabaran dalam Surfing di Dunia Maya

href="http://www.boss-mails.com/pages/index.php?refid=mabrur19">src="http://www.bandwidthtaker.com/banners/boss/banner1.gif"
border="0" alt="boss-mails.com">
boss-mails.com

Hello NAME,

I want to tell you about a great site I found. They pay me to read e-mail,
visit web sites and much more.

It's free to join and easy to sign up! CLICK THIS
LINK TO VISIT: http://www.boss-mails.com/pages/index.php?refid=mabrur19

Latihan Kesabaran dalam Surfing di Dunia Maya

http://www.boss-mails.com/pages/index.php?refid=mabrur19
href="http://www.boss-mails.com/pages/index.php?refid=mabrur19">boss-mails.com
href="http://www.boss-mails.com/pages/index.php?refid=mabrur19">src="http://www.bandwidthtaker.com/banners/boss/banner1.gif"
border="0" alt="boss-mails.com">

boss-mails.com

Hello NAME,

I want to tell you about a great site I found. They pay me to read e-mail,
visit web sites and much more.

It's free to join and easy to sign up! CLICK THIS
LINK TO VISIT: http://www.boss-mails.com/pages/index.php?refid=mabrur19

Latihan Kesabaran dalam Surfing di Dunia Maya

http://www.boss-mails.com/pages/index.php?refid=mabrur19

Mabrur 19 Management

http://www.boss-mails.com/pages/index.php?refid=mabrur19

Mabrur 19 Management



Sang Manajer


Seorang manajer berusia separuh baya, sedang pusing memikirkan hutang-hutang yang harus dilunasinya.

Ia memutuskan untuk menghubungi seorang ahli keuangan.

Dia membuat janji pertemuan dengan seorang perencana keuangan yang berkantor di Jl Thamrin.

Pada hari pertemuan, sang manajer memasuki ruang tunggu kantor perencana keuangan. Anehnya, tidak satupun resepsionis menyambutnya.

Di hadapannya ada dua pintu. Pintu pertama bertuliskan ‘bekerja untuk orang lain’ dan pintu kedua bertuliskan ‘bekerja independen’.

Ia memasuki pintu ‘bekerja untuk orang lain’, dan sekali lagi dihadapkan pada dua pintu lagi. Pintu pertama bertuliskan ‘penghasilan kurang dari Rp. 10Jt’ dan pintu kedua bertuliskan ‘penghasilan lebih dari Rp. 10Jt.’

Ia pun memasuki pintu bertuliskan ‘penghasilan kurang dari Rp. 10Jt’. Ia kembali berhadapan dengan dua pintu.

Pintu pertama bertuliskan ‘menabung kurang dari Rp.36Jt per tahun’ dan pintu kedua bertuliskan ‘menabung lebih dari Rp.36Jt per tahun.’

Ia kembali memasuki pintu pertama. Dan… ia malah berada di luar kantor di Jl Thamrin!!

Manajer tersebut tidak bisa keluar dari masalahnya karena tidak pernah mau mencoba memasuki pintu yang lain.

Sama seperti manajer tersebut, selama kita hanya mau memasuki pintu yang sama dengan yang selama ini kita masuki, maka kita akan selalu berada pada titik dari mana kita memulai sebelumnya.

Jika kita memang menghendaki hasil berbeda, satu-satunya cara adalah bertekad untuk mencoba memasuki pintu yang berbeda.

Kiat Memilih MLM


Banyak di antara kita yang telah banyak mengikuti bisnis MLM. Berpindah dari satu MLM ke MLM lain. Hal itu tidak jelek, tetapi ada baiknya saat ini kita mulai saat ini menjalankan minimal satu bisnis MLM yang sungguh bagus, terjangkau oleh semua orang dan memiliki pasar yang sangat luas. Dalam kondisi perekonomian yang tidak menentu seperti saat ini, maka kita harus benar-benar jeli memilih bisnis MLM yang akan kita geluti.

Beberapa hal harus kita perhatikan saat memilih bisnis MLM.

Pertama, pilihlah bisnis MLM yang mempunyai dasar bisnis yang kuat. Hal ini menjamin kelangsungan usaha kita. Jangan memilih bisnis MLM yang tidak jelas keberadaan dan konsep bisnisnya.

Kedua, pilihlah bisnis MLM yang menawarkan produk yang sungguh dibutuhkan oleh semua lapisan masyarakat. Jadi produknya haruslah merupakan produk kebutuhan hidup sehari-hari (kebutuhan pokok).

Ketiga, pilihlah bisnis MLM yang ada pembelanjaan ulang (repeat order). Saat ini banyak yang beranggapan repeat order (RO) memberatkan member, tetapi perlu disadari bahwa sistim MLM sama dengan sistim penjualan pada umumnya yaitu bonus atau keuntungan akan didapat jika terjadi penjualan dan semakin banyak terjadi penjualan maka bonus akan semakin besar. Kita tidak perlu merasa khawatir karena produk MLM yang kita pilih memang benar-benar merupakan kebutuhan sehari-hari dan harganya tidak jauh berbeda dengan produk sejenis di pasaran. Kita tidak akan merasa terbebani untuk belanja setiap bulan (repeat order) karena produk tersebut memang kita perlukan.

Keempat, pilih bisnis MLM yang memiliki marketing plan yang sungguh jelas dan bagus. Bagus dalam arti menguntungkan kedua belah pihak, yaitu perusahaan dan member, sehingga perusahaan akan bertahan lama dan bonus pasti terpenuhi.